Sabtu, 30 Juni 2012

Pengaruh Musik Klasik Terhadap Janin

        Pada tahun 1998, Don Campbell, seorang musisi sekaligus pendidik, bersama Dr. Alfred Tomatis yang psikolog, mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Hasilnya dituangkan dalam buku mereka yang di Indonesia diterbitkan dengan judul Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas dan Menyehatkan Tubuh. Banyak fakta menarik yang diungkap Campbell dan Tomatis. Diantaranya, adanya hubungan yang menarik antara musik dan kecerdasan manusia.Musik klasik terbukti dapat meningkatkan fungsi otak dan intelektual manusia secara optimal. Campbell kemudian mengambil contoh karya Mozart, Sonata in D major K 488 yang diyakininya mempunyai efek stimulasi yang paling baik bagi bayi.
 Tapi benarkah musik dapat cerdaskan janin anda? Pendapat ini masih simpang siur diantara para ahli, karena sebenarnya belum ada satupun penelitian yang memastikan bahwa musik yang didengarkan kepada janin mampu membuat otak si kecil lebih pintar atau menjadikannya jenius."There are no studies on the effects of stimulation before birth on intelligence, creativity, or later development," says Janet DiPietro, a developmental psychologist who studies fetal development at Johns Hopkins University in Baltimore, Maryland.(babycenter.com)
“Inteligensia merupakan hal yang kompleks,” kata David Baron, Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple, Amerika. Makanya, sampai sekarang, belum ada bukti bahwa musik secara langsung akan merangsang otak janin sehingga kelak bisa punya IQ tertentu. Kok begitu? “Sekitar 60–80% dari kecerdasan seseorang diturunkan secara genetik,” jelasnya.
Tapi, janin yang terbiasa mendengar musik klasik yang tenang memang cenderung jadi anak yang tenang. Ia juga gampang tidur nyenyak. Dan, tidur lelap ini ada hubungannya dengan perkembangan otak! Asal tahu saja, sel saraf di otak akan tumbuh pesat ketika janin tidur. Kalau ia tenang, tidur pun cukup. Perkembangan otak pun jadi maksimal.
Jaga kesehatan selama hamil bisa meningkatkan kecerdasan janin
Memang tidak ada salahnya untuk memainkan musik sejak si kecil di dalam kandungan. Penelitian lain menunjukkan bahwa jika seorang ibu hamil diperdengarkan dengan musik tetentu, maka janin yang ada di dalam kandungannya akan memberikan reaksi dengan gerakan selama musik tersebut diputar. Ini menunjukkan betapa senangnya janin dalam kandungan jika diperdengarkan musik. Tetapi anda juga harus tahu, bahwa ternyata tidak semua jenis musik memiliki efek yang positif. Penelitian menunjukkan bahwa jenis musik yang paling baik dipercaya untuk merangsang perkembangan otak adalah musik klasik.
Mengapa musik klasik? sampai sekarang alasannya masih menjadi perdebatan. Ada yang menilai alasannya adalah mungkin karena sifatnya yang teratur dari segi tempo dan struktur nada, sehingga mampu memberikan penggambaran tersendiri bagi otak. Gambaran yang menunjukkan bahwa dunia ini memiliki garis-garis yang saling berhubungan kendati tak terlihat. Kemampuan menarik garis-garis yang tak terlihat itulah yang membuat perbedaan kecerdasan.
Apapun alasan logis dibalik ini, bagi ibu hamil hal yang harus dilakukan sederhana saja. Meskipun demikian anda mungkin tidak menyukai musik klasik, tetapi akan sangat berarti jika mendengarkannya untuk janin anda, supaya dia mendapatkan hal-hal terbaik bagi tumbuh kembangnya. Namun selain itu, anda juga bisa mendengarkan pendapat dari Janet DiPietro, developmental psychologist Johns Hopkins University, "Play music because you enjoy it, not because you're trying to make your unborn baby smarter. Music can help you relax, fall asleep, or perk you up if you have the pregnancy blahs. When a woman relaxes, that's good for the fetus and that's an indirect effect of music on the fetus,You can put on some tunes, kick up your heels, or dance around and have fun"...Mainkan musik karena anda menyukainya, menikmatinya, dan menjadikan anda rileks. Bukan karena mengharapkan melahirkan bayi jenius. Musik membuat anda tenang, bahkan pengantar tidur yang menyenangkan. Terkadang menolong anda untuk jauh lebih tenang saat menghadapi perubahan hormon kehamilan. Dengan tenangnya ibu hamil, dan sedikitnya resiko stres dan tegang, maka tubuh anda merupakan rumah yang sehat dan nyaman untuk janin anda. Menari dan menggerakkan badan mengikuti alunan musik, menikmati musik yang nyaman, memberikan energi positif ke tubuh yang akan diserap oleh janin anda.

Selasa, 26 Juni 2012

Musik Jazz



http://haivy81.student.umm.ac.id/files/2010/08/glitterfy0132115762D30.gif

Asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.
Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika dan struktur musik ala Eropa. Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues. Salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.
Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum.
Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session. Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.
Hingga saat ini music jazz banyak diterima oleh masyarakat Indonesia, terlihat dari seringnya menggelar acara – acara jazz, seperti java jazz, jak jazz, dll. Bahkan jazz yang semula doperkirakan hanya untuk kaum bapak atau ibu, sekarang sudah merambat ke kaum muda. Buktinya banyak pagelaran music jazz yang di selenggarai oleh para kaum muda dan mahasiswa. Seperti yang diselenggarakan oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia yang hamper tiap tahun menggelar acara ini dan sangat antusias menggelar acara ini.

Jumat, 08 Juni 2012

TUGAS MINI PROYEK 2011/2012


PERILAKU DAN PENGAJARAN ANAK PRA-SEKOLAH

Pendahuluan:
Masa usia prasekolah merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.           
Anak prasekolah pada awalnya, masih sangat sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar. Sehingga seorang guru harus mengerti bagaimana sebenarnya bentuk pengajaran yang sesuai untuk anak prasekolah. Anak prasekolah sudah mulai dapat belajar menulis, membaca, menyanyi, dan bermain. Disinilah diperlukan ketrampilan seorang guru untuk mampu mengajari muridnya bagaimana melatih ketrampilan motorik kasar dan halusnya.
Anak prasekolah, pada umunya aktif. Mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial.  Anak TK cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'.Dimana, mereka saat bermain lebih mementingkan dirinya sendiri, daripada berbagi dengan temannya. Anak prasekolah,lebih banyak bermain daripada belajar. Karena, pada saat usia ini, anak – anak lebih suka bermain dengan diri sendiri atau dengan temannya.
Oleh karena perilaku anak prasekolah di atas, kami memilih topik ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya bentuk perilaku dan pengajaran yang diberikan oleh gurunya dalam mengembangkan motorik anak tersebut.

Landasan Teori:
Teori Piaget
Dalam observasinya, Piaget meyakini bahwa perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahapan. Masing-masing tahap berhubungan dengan usia dan tersusun dari jalan pikiran yang berbeda-beda. Menurut Piaget, semakin banyak informasi tidak membuat pikiran anak lebih maju. Kualitas kemajuannya berbeda-beda. Tahapan Piaget itu adalah fase sensorimotor, pra operasional, operasional konkret, dan operasional formal.
Tahap Sensorimotor: berlangsung sejak kelahiran sampai sekitar usia dua tahun. Dalam tahap ini, bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman indera(sensory) mereka (seperti mendengar dan meihat) dengan gerakan motor (otot) mereka (menggapai, menyentuh).
Tahap Pra Operasional: berlangsung saat usia dua tahun sampai tujuh tahun. Anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata dan gambar. Kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui koneksi informasi indrawi dan tindakan fisik.
Tahap Operasional Konkret: berlangsung saat usia tujuh tahun sampai sebelas tahun. Anak kini bisa bernalar secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan mampu mengklasifikasi objek ke dalam kelompok yang berbeda-beda.
Tahap Operasional Formal: berlangsung pada usia sebelas tahun sampai dewasa. Remaja berpikir secara lebih abstrak, idealistis, dan logis.
Kami mengobservasi anak-anak pra sekolah yang dalam teori Piaget, anak tersebut termasuk dalam tahap pra operasional. Piaget membuat Teaching Strategies dengan bekerja dengan pemikir Pra-Operasional, yaitu suruh anak untuk menata sekelompok objek, mengurangi egosentris, libatkan anak dalam interaksi sosial, mintalah si anak untuk membuat pertandingan, beri anak pengalaman dalam operasi urutan, suruh anak-anak menggambar pemandangan dengan perspektif, buat lereng yang menurun atau bukit kecil, mintalah anak-anak memberikan alasan dari jawaban mereka ketika mereka mengambil kesimpulan. Menurut Piaget anak pada tahap pra-operasional juga tidak bisa melakukan apa yang disebutnya sebagai “operasi”. Dalam teori Piaget operasi adalah representasi mental yang dapat dibalik (reversible).
                                                                                    
Teori Vygotsky
Zone of Proximal Development: istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu.
Scaffolding: sebuah teknik untuk mengubah level dukungan. Guru atau orang yang lebih ahli menyesuaikan jumlah bimbingannya dengan level kinerja murid yang telah dicapai.
Bahasa dan Pemikiran: vygotsky percaya bahwa anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk merencanakan, memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri.
Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri ini dinamakan “inner speech” atau “private speech”yang dimana inner speech adalah suatu komunikasi terhadap diri sendiri. Hal ini merupakan proses awal untuk mengetahui dirinya sendiri sehingga ia aakn mampu menganalisis kekurangannya dan kekuatan yang dimilikinya. Menurut Piaget ini bersifat egosentris dan tidak dewasa, tetapi menurut Vygotsky  ini alat penting bagi pemikiran selama masa kanak-kanak. Menurut Vygotsky anak-anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan oranglain sebelum mereka bisa focus ke dalam pemikirannya sendiri. Vygotsky percaya bahwa anak yang banyak menggunakan private speech akan lebih kompeten secara sosial, ketimbang yang tidak. Dia berpendapat bahwa private speech merepresentasikan transisi awal untuk menjadi lebih komunikatif secara sosial. Vygotsky juga membuat teaching strategies untuk pendidikan anak, yaitu gunakan zone of proximal development, gunakan teknik scaffolding, gunakan kawan sesama murid yang lebih ahli sebagai guru, dorong pembelajaran kolaboratif dan sadari bahwa pembelajaran melibatkan suatu komunitas orang yang belajar, pertimbangkan konteks kultural dalam pembelajaran, pantau dan dorong anak-anak dalam menggunakan private speech, dan vygotsky tidak percaya bahwa tes formal standar adalah cara terbaik untuk menilai kemampuan belajar atau kesiapan anak untuk belajar.

Alat dan Bahan:
Y      Kamera
Y      Alat tulis
Y      Notes

Analisis Data:
Data yang didapat merupakan hasil dari kumpulan observasi secara langsung. Data di dapat dengan cara mengamati dan berinteraksi langsung dengan anak-anak dari TK Methodist 1 dan TK Immanuel.
Objek atau Subjek:
Objek penelitian di sini adalah bentuk pengajaran yang di berikan terhadap anak usia pra-sekolah di TK Methodist 1 dan TK Immanuel. Sedangkan subjek penelitiannya adalah siswa-siswi TK Methodist dan TK Immanuel.

Jadwal Pelaksanaan:
No.
Jenis Kegiatan
5 Mei
7 Mei
17 Mei
24 Mei
25 Mei
26 Mei
1 Juni
4 Juni
5 Juni
6 Juni
7 Juni
9 Juni
1.
Penentuan Topik, Judul dan Landasan Teori
©











2.
Pembuatan Surat Izin

©










3.
Menentukan Hari Kunjungan


©









4.
Kunjungan Ke TK Methodist 1



©
©







5.
Kunjungan Ke TK Immanuel





©






6.
Analisis Data






©





7.
Edit Keseluruhan Proyek







©




8.
Pembuatan Poster








©



9.
Tahap Pelaporan dan Evaluasi









©


10.
Pembuatan Testimoni Anggota Kelompok










©

11.
Posting Blog











©


Kalkulasi Biaya:

Pengeluaran Dana
No
Pengeluaran
Harga
Banyak
Jumlah
1.
Transportasi
@3.000
3
9.000
2
Souvenir
@66.000
3
198.000
JUMLAH                                                       Rp. 207.000

PELAKSANAAN
            Penelitian dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 24-26 Mei 2011 di dua TK, yaitu TK Methodist 1 dan TK Immanuel. Penelitian pada TK Methodist kami laksanakan pada tanggal 24 dan 25 Mei. Kami memulai kegiatan tersebut dari pagi hari sampai siang hari. Pertama kami berkumpul di kampus pada pukul 08.30 dan kami langsung menuju ke TK tersebut. Pada awalnya mendapatkan sedikit kesulitan dalam perizinan observasi dari kepala sekolah TK Methodist 1, namun akhirnya kami mendapatkan perizinan tersebut.
Kami memulai observasi dengan cara memasuki masing-masing kelas dimana setiap anggota kelompok kami mengobservasi satu kelas. Kemudian kami mulai mengamati perilaku dan cara belajar dan bermain anak-anak tersebut. Selain itu, kami juga berinteraksi dengan anak-anak tersebut untuk melihat perkembangan sosial mereka.
Setelah lonceng sekolah berbunyi dan menandakan waktu pulang dari sekolah, kami pun menghentikan observasi kami pada hari pertama. Pada hari kedua kami kembali mengobservasi anak TK Methodist 1 dengan cara yang sama seperti pada hari pertama. Namun, karena hari kedua adalah hari terakhir kami mengobservasi anak TK Methodist 1 tersebut maka kami memberikan reward kepada masing-masing anak.
            Pada hari yang ketiga kami melanjutkan observasi ke TK yang berbeda yaitu TK Immanuel. Kami menggunakan cara yang sama terhadap anak-anak TK tersebut seperti pada TK Methodist 1 yang sebelumnya. Setelah kami mengobservasi anak TK Immanuel, kami juga tidak lupa untuk memebrikan reward kepada anak-anak TK Immanuel karena mereka sudah membantu kami dalam melaksanakan tugas ini.

PELAPORAN DAN EVALUASI

Laporan:
Dalam observasi kami tentang anak pra sekolah ini, menurut teori Piaget seperti yang kami tuliskan dalam landasan teori di atas, bahwa anak pra sekolah itu termasuk dalam tahap pra operasional, dimana dalam tahap ini anak kecil secara mental mulai bisa merepresentasikan objek yang tak hadir. Ini memperluas dunia mental anak hingga mencakup dimensi-dimensi baru. Penggunaan bahasa dan kemunculan sikap bermain adalah contoh lain dari peningkatan pemikiran simbolis. Anak kecil mulai mencoret-coret gambar orang, rumah, mobil, awan, dll.  Dari yang kami amati saat berada di TK Metodist 1, para guru mengajarkan tentang mengenal tulisan, mewarnai, dan menggambar. Gambar anak-anak di TK B ini kebanyakan gambar rumah, pemandangan, dan bentuk-bentuk yang sederhana, dan anak di TK A diajarkan mewarnai, tetapi hasil mewarnai mereka itu abstrak, seringkali melewati garis gambar. Pengajaran yang diberikan pada TK Metodist 1 antara lain, menyanyi, menggambar, mewarnai, menulis, berbicara dalam bahasa asing, bermain, dll. Anak-anak tersebut juga sudah bisa memakai sepatu sendiri, berdoa sendiri, mengerjakan tugasnya sendiri, dan sudah bisa ke toilet sendiri, walaupun masih ada sedikit diantara mereka yang masih mengalami kesulitan saat ingin buang air. Dan menurut teori Piaget tahapan ini mempunyai keterbatasan yaitu egosentris dan animisme. Egosentris ini ketidakmampuan anak untuk membedakan antara perspektif milik sendiri dengan perspektif orang lain.  Terlihat saat anak TK Metodist 1 dan TK Immanuel dibagikan mainan oleh gurunya, lalu salah satu temannya meminta mainan tersebut darinya, dan ank TK tersebut tidak mau berbagi dengan temannya, dia menganggap bahwa mainan itu miliknya.
Dari teori Vygotsky di atas yang kami tuliskan dalam landasan teori, kami melihat bahwa anak TK Methodist 1 dan TK Immanuel sudah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebaya dan guru juga lingkungan di sekitarnya. Anak-anak juga diajarkan cara memberi salam dan berperilaku dengan baik. Berdasarkan teori mengenai Inner Speech nya Vygotsky, anak-anak di TK Methodist 1 dan TK Immanuel berbicara sendiri saat mereka sedang sibuk bermain sendiri misalnya saat dalam permainan menyusun balok.

Evaluasi:
            Dalam menyelesaikan tugas proyek mini ini, kami menjumpai sedikit masalah seperti halnya perizinan dari kepala sekolah untuk mengobservasi dimana kepala sekolah tersebut sempat untuk menolak kami. Selain itu, memiliki kendala dalam pembuatan poster.
            Namun, secara keseluruhan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan yang kami ekspektasikan.

POSTER

 


TESTIMONI
Christine Verawaty Simatupang (11-068)
            Tugas observasi ini sangatlah bermanfaat bagi saya, dimana saya dapat secara langsung melaksanakan tugas lapangan ke TK. Hal ini  merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan saya sangat senang bertemu dengan anak-anak TK yang sangat lucu-lucu dan baik hati.
Eldaa Kristy Tophano (11-072)
            Dalam proyek mini ini kelompok kami mendapat kesulitan dan kendala, tapi itu semua dapat kami lewati. Saya senang saat melakukan proyek mini ini karena kami dapat bermain dengan anak-anak TK yang lucu dan pintar. Pengalaman ini sangat menyenangkan bagi saya dan sangat bermanfaat.
Eva F. Berahmawaty (11-126)
            Ini merupakan pengalaman pertama mengobservasi secara langsung ke TK. Awalnya, lumayan deg-degan juga, tetapi terakhirnya biasa aja. Muridnya juga menyenangkan dan lucu-lucu( padahal awalnya merasa kalau anak TK tersebut gak bakalan ramah ).